Perbaikan Struktur Konsorsium BUMN oleh BPI Danantara
Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus melakukan perbaikan struktur konsorsium BUMN, termasuk dalam berbagai proyek strategis nasional. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap perusahaan kembali fokus pada kompetensi intinya.
Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pembenahan dilakukan secara menyeluruh agar setiap perusahaan dapat menjalankan perannya dengan optimal. Pernyataan ini disampaikannya jelang rapat terbatas bersama Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dony menegaskan bahwa pemerintah akan menyelesaikan penataan konsorsium BUMN secara tuntas. Hal ini termasuk dalam menghadapi nasib perusahaan-perusahaan seperti PT Wijaya Karya Tbk. dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar setiap entitas kembali ke porsinya masing-masing.
“Kita beresin sekalian, kan kita maunya sekali selesai tuntas semua, kita kembalikan lagi ke porsinya,” ujarnya.
Fokus pada Kompetensi Inti
Kepala BP BUMN ini juga memberikan contoh, yaitu perusahaan konstruksi seperti WIKA yang akan difokuskan kembali pada peran utamanya sebagai kontraktor. Ia menegaskan bahwa setiap perusahaan akan diperbaiki satu per satu agar kembali ke bidang utamanya.
“Misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ, kita akan fokus ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan,” katanya.
Dony menekankan bahwa pembenahan BUMN tidak dilakukan secara parsial, melainkan bertahap namun menyeluruh. Setiap langkah diarahkan agar menghasilkan struktur yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kita maunya semua yang diselesaikan tuntas. Kita nggak mau hanya temporary, semua harus beres,” tegasnya.
Restrukturisasi yang Sudah Berjalan
Selain itu, Dony juga menyebutkan sejumlah langkah restrukturisasi yang telah berjalan, termasuk konsolidasi di sektor energi. Contohnya adalah merger Pertamina yang berhasil menghemat hingga US$400 juta dalam satu transaksi saja.
“Merger Pertamina kita bisa hemat US$400 juta alam satu transaksi saja,” ungkap Dony.
Di luar sektor energi, pemerintah juga tengah menyiapkan konsolidasi di berbagai sektor strategis lainnya, mulai dari pengelolaan aset hingga logistik. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan aset akan dilakukan melalui merger dan pengembangan perusahaan logistik yang lebih kuat.
“Aset management kita sedang akan kita mergerkan. Kemudian RS selesai, logistik PT Pos kita mergerkan, kita develop perusahaan logistik yang kuat,” ujarnya.
Tujuan Penataan Ulang
Penataan ulang konsorsium dan merger antar-BUMN diharapkan dapat mengurangi tumpang tindih bisnis serta meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, pengembalian perusahaan ke core business dinilai penting untuk memperkuat kinerja jangka panjang.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah menargetkan setiap entitas BUMN dapat beroperasi secara optimal sesuai mandatnya, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Dony memastikan bahwa proses pembenahan ini akan dilakukan satu per satu hingga seluruh sektor strategis tertata dengan baik. “Jadi harus tuntas, satu-satu kita bereskan,” tandasnya.









