banner 728x250
Lokal  

Sinyal Buruk Ganggui TKA di SMPN 20 Loksado, Sekolah Pindah ke SDN Malinau

banner 120x600

TKA di SMPN 2 Loksado Menghadapi Berbagai Kendala

Siswa SMPN 2 Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menghadapi tantangan dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dimulai pada Senin (6/4). Karena lokasi sekolah yang berada di pegunungan, mereka harus menumpang di SDN Malinau Loksado untuk mengikuti ujian tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 2, Muhammad Hasnan Fauzi S.Pd, menjelaskan bahwa sinyal internet menjadi kendala utama. Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah memutuskan untuk menggunakan layanan Starlink sebagai jaringan internet. Sebelumnya, saat gladi bersih TKA, sekolah juga meminjam gedung workshop Dinas Tenaga Kerja di Desa Lumpangi.

banner 325x300

Pada pelaksanaan TKA kali ini, hanya 21 siswa yang mengikuti ujian, sehingga hanya satu ruangan yang digunakan. “Kami meminjam satu kelas untuk tes,” katanya. Meski demikian, selama proses ujian terjadi beberapa kendala seperti kesulitan login dan perubahan sinyal yang tidak stabil. Namun, hingga akhir pelaksanaan, semua siswa dapat menyelesaikan ujian secara lancar.

TKA di SMPN 1 Kandangan Berjalan Lancar

Berbeda dengan SMPN 2 Loksado, TKA di SMPN 1 Kandangan berjalan lancar. Plh Kepsek, Isnaini, menyatakan bahwa pelaksanaan TKA berjalan baik dari sesi pertama hingga sesi kedua. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan dan pengawasan yang dilakukan oleh pihak sekolah cukup memadai.

Persiapan dan Pengawasan di HSS

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSS, Ronaldy Prana Putra, menjelaskan bahwa TKA di HSS dibagi dalam empat gelombang selama periode 6-16 April 2026. Untuk SMPN 4 Padang Batung, ada beberapa siswa yang absen dan akan diikutsertakan melalui susulan. Sementara itu, SMPN 2 Loksado mengalami kendala listrik tetapi cepat terselesaikan.

Di luar HSS, SMPN 1 Pelaihari Kabupaten Tanahlaut mengambil jadwal 6-9 April untuk mengikuti TKA. Kepala Sekolah, R Jaka Sarjana Dwijayanta, menyampaikan bahwa sebanyak 195 siswa mengikuti ujian. Mereka dibagi dalam dua ruang dan dua sesi setiap harinya. Untuk mendukung pelaksanaan TKA, sekolah menyiapkan 60 Chromebook.

TKA sebagai Syarat Penting

Meskipun TKA tidak menentukan kelulusan, hasil ujian ini menjadi salah satu syarat penting bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Untuk menjaga objektivitas, pengawasan dilakukan dengan sistem silang. SMPN 1 Pelaihari melibatkan pengawas dari SMP As-Salam Pelaihari.

Selama pelaksanaan TKA, siswa kelas 7 dan 8 menjalani pembelajaran dari rumah dengan sistem penugasan sesuai jadwal mata pelajaran. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

TKA di SMPN 1 Banjarbaru

TKA juga dijalani siswa SMPN 1 Banjarbaru Jalan Pangeran Suriansyah, Kemuning, Banjarbaru Selatan, Senin. Pada hari pertama, siswa kelas IX diuji dengan mata pelajaran Matematika. Pantauan BPost menunjukkan bahwa sekitar pukul 10.00 Wita, siswa-siswi sudah keluar atau selesai mengerjakan soal.

Siswa, Ahim, mengatakan ia selesai mengerjakan tes kurang lebih 1 jam 35 menit. TKA dijalaninya secara online menggunakan komputer. “Ada dua sesi, kami di sesi satu,” ujarnya. Beberapa siswa mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat mengerjakan soal. Namun, ada juga yang merasa cukup kesulitan. “Soal-soalnya lumayan susah. Ada 50 soal,” kata Roby.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *