banner 728x250

Wacana pembalap cadangan MotoGP: Perpanjangan karier atau peluang untuk Mario Aji-Veda Pratama

banner 120x600

Peran Pembalap Cadangan dalam MotoGP

Era baru dalam dunia MotoGP tidak hanya berfokus pada perubahan regulasi teknis atau dukungan finansial. Kini, sebuah gagasan baru tengah digodok untuk masa depan ajang balap ini, yaitu penerapan peran pembalap cadangan di setiap tim. Ide ini muncul sebagai bagian dari transformasi yang terus berlangsung sejak proses akuisisi Dorna Sports oleh Liberty Media tahun lalu.

Konsep ini lebih dulu diterapkan di Formula 1, ajang balap kelas wahid yang juga dimiliki oleh Liberty Media. Tugas pembalap cadangan berbeda dengan pembalap penguji yang selama ini bertindak sebagai pengganti ketika ada pembalap utama cedera. Pembalap cadangan harus hadir di setiap seri MotoGP, yang jumlahnya mencapai 22 dalam satu musim, dan siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

banner 325x300

Contoh nyata terjadi beberapa waktu lalu ketika pembalap Red Bull KTM Tech3, Maverick Vinales, mundur setelah sesi latihan GP Amerika. KTM sebenarnya bisa menggantikan Vinales dengan test rider mereka, Pol Espargaro, yang kebetulan berada di sirkuit. Namun, langkah tersebut tidak memungkinkan karena Espargaro tidak membawa baju balap dan perlengkapan lainnya. Ia hadir untuk tugas lain sebagai komentator.

Test rider biasanya hanya membawa wearpack jika ada agenda tes setelah balapan di sirkuit yang sama. Jika aturan pembalap cadangan diterapkan, Espargaro akan bersiaga dengan baju balapnya. Dengan adanya pembalap cadangan, motor tidak akan “nganggur” di garasi, yang merupakan kendala bagi MotoGP dalam memastikan semua pembalap tampil, terutama sejak balapan Sprint masuk format akhir pekan balapan pada 2023.

Lebih banyak balapan berarti lebih banyak risiko. Hal ini masih terasa hingga musim lalu, ketika hanya 2 dari 22 seri yang diikuti semua pembalap reguler. Di sisi lain, komitmen lebih besar dari pembalap cadangan jelas memengaruhi pengeluaran tim ataupun pabrikan dari aspek gaji hingga akomodasinya.

“Saya tidak berpikir (ide pembalap cadangan) memungkinkan,” kata manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi. “Kami punya masalah lebih mendesak untuk dihadapi,” imbuhnya merujuk negosiasi kompensasi finansial yang menunda kontrak komitmen pabrikan setelah musim ini.

Tardozzi juga menunjuk tantangan mencari 11 pembalap yang cukup kompeten untuk berlomba di MotoGP jika setiap tim memiliki 1 pembalap cadangan. Opsi yang ada barangkali adalah para pembalap penguji atau perpanjangan karier bagi mereka yang kehilangan kursi di MotoGP. Masalahnya adalah tidak semua pembalap penguji tertarik untuk balapan lagi, contohnya Andrea Dovizioso di Yamaha.

Selain itu, siapa bilang menghadiri semua seri itu tapi belum tentu balapan itu menyenangkan, bahkan bagi pembalap yang masa depannya terancam. “Saya sudah pernah menghadiri Grand Prix tetapi tidak balapan karena cedera,” ucap Alex Rins, rider Monster Energy Yamaha yang namanya jarang disebut dalam bursa pembalap. “Saya merasakannya sangat tidak mudah. Siapapun bisa merasakan hal yang sama kalau harus pergi dan melihat dari pinggir lintasan sepanjang akhir pekan.”

“Saya tidak mau melakukannya, karena artinya jauh dari rumah dalam waktu yang sama dengan pembalap reguler tetapi tahu bahwa kemungkinan besar tidak akan menaiki motornya.”

Manfaat bagi Pembalap Muda

Menurut Crash.net, konsep pembalap cadangan juga bisa dimanfaatkan pabrikan untuk memberi jam terbang bagi pembalap muda. KTM memiliki puluhan talenta yang melimpah berkat proyek bersama Ajo dan Tech3 di kelas Moto2 dan Moto3. Lalu ada Yamaha yang bekerja sama dengan Pramac untuk skuad di Moto2. Sedangkan Honda turun tangan lewat program Honda Team Asia yang diikuti pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3.

Hal ini telah dilakukan di F1 meski perlu dicatat tidak semua seri ajang balap jet darat memuat balapan pendukung dari Formula 2 ataupun Formula 3. Di MotoGP, kesempatan bagi pembalap muda biasanya diberikan ketika tes privat karena kalender kejuaraannya sama.

Kalau dulu mengikuti dua kategori Grand Prix sekaligus itu lumrah, kini hampir tidak ada rider Moto2/Moto3 yang tampil sebagai pengganti di MotoGP pada musim yang sama. Menurut Crash.net, kesempatan bagi pembalap muda juga bisa diberikan dengan mengikuti sesi latihan bebas MotoGP. Hanya saja, diperlukan penyesuaian dalam format akhir pekan lomba.

Persaingan di semua kelas MotoGP sudah sengit sejak hari Jumat karena sesi practice/latihan yang dijadikan penyisihan untuk kualifikasi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *