Iran Meluncurkan Serangan Kedua Terhadap AS dan Israel
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terbaru yang terdiri dari beberapa gelombang serangan bersama terhadap target Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa operasi ini berjalan dengan baik dan menunjukkan kekuatan militer mereka.
Operasi Janji Sejati 4 Memasuki Gelombang ke-98
Dalam laporan terkini, IRGC mengungkapkan bahwa operasi bertajuk “Janji Sejati 4” telah memasuki gelombang ke-98. Operasi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk melemahkan posisi musuh di kawasan Timur Tengah. Menurut informasi yang diberikan, serangan ini mencakup berbagai sasaran seperti basis komando, fasilitas militer, hingga infrastruktur industri pertahanan.
Serangan terhadap Kapal Kargo Israel
Pada fase awal operasi, angkatan laut IRGC dilaporkan berhasil menyerang kapal kargo Israel SDN7 menggunakan rudal jelajah. Akibatnya, kapal tersebut terbakar hebat. Serangan ini menunjukkan kemampuan Iran dalam menjalankan operasi maritim yang efektif.
Rudal Balistik Menghantam Wilayah Strategis Israel
Selain itu, Iran juga mengklaim bahwa rudal balistik mereka berhasil menghantam sejumlah wilayah strategis di Israel, termasuk Tel Aviv, Haifa, Be’er Sheva, dan Petah Tikva. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran mampu menjangkau wilayah-wilayah penting di negara tetangga.
Sistem Pertahanan Udara Israel Gagal Mencegat
IRGC menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Israel gagal melakukan pencegatan terhadap serangan rudal yang dilakukan. Hal ini menunjukkan kelemahan dalam sistem pertahanan negara tersebut, yang bisa menjadi ancaman bagi stabilitas kawasan.
Kapal Serbu Amfibi AS Terkena Serangan
Selain serangan terhadap Israel, IRGC juga mengklaim bahwa kapal serbu amfibi milik Amerika Serikat, LHA-7, terkena serangan rudal cepat. Akibatnya, kapal amfibi AS terpaksa mundur ke Samudra Hindia bagian selatan. Ini menunjukkan bahwa serangan Iran tidak hanya ditujukan pada Israel, tetapi juga pada pasukan AS yang berada di kawasan tersebut.
Target Lain Termasuk Fasilitas Produksi Drone dan Pangkalan Udara
Selain itu, fasilitas produksi drone gabungan UEA–Israel serta pangkalan udara Ali Al-Salem dilaporkan menjadi sasaran drone dan rudal Iran. Penyerangan ini menunjukkan bahwa Iran berusaha melemahkan kekuatan teknologi dan militer negara-negara yang dianggap sebagai musuh.
Operasi akan Terus Berlanjut
Teheran menegaskan bahwa operasi ofensif akan terus berlanjut, sementara aktivitas di Selat Hormuz dipantau ketat. Setiap pergerakan musuh disebut akan mendapat respons tegas. Hal ini menunjukkan bahwa Iran siap menghadapi setiap ancaman yang datang dari negara-negara lain.







