banner 728x250
Berita  

Mengapa BNN Kirim 1.818 Fasilitator ke Desa

banner 120x600

Program P4GN yang Melibatkan Masyarakat Desa

Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menugaskan sebanyak 1.818 fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk bekerja di tingkat desa. Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

“Tugas para fasilitator P4GN di desa atau kelurahan akan berlangsung sepanjang tahun. Kami juga akan melakukan pemantauan berkala terhadap aktivitas mereka,” ujar Suyudi dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 April 2026.

banner 325x300

Menurut Suyudi, fasilitator yang telah mendapatkan pembekalan akan melatih masyarakat mengenai berbagai program layanan yang disediakan oleh BNN. Ia menegaskan bahwa masyarakat dapat menjalankan program-program tersebut secara mandiri setelah mendapat pelatihan.

Tugas Fasilitator yang Fleksibel

Suyudi menjelaskan bahwa para fasilitator tidak menetap di desa atau kelurahan. Mereka hanya berkunjung pada waktu tertentu, tetapi tetap menjalin koordinasi intensif dengan pemangku kebijakan di desa serta memantau perkembangan ancaman narkoba di wilayah tersebut.

Pada tahap awal, BNN melatih pegawai dari BNN Pusat, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Papua Barat, dan Surabaya antara tanggal 30 Maret hingga 2 April 2026. Para peserta berasal dari berbagai deputi, termasuk bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, pemberantasan, hukum dan kerja sama, serta kesekretariatan.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta langsung menjalankan tugas sebagai fasilitator P4GN. “Masing-masing pegawai mendapat tugas tambahan sebagai fasilitator P4GN di desa atau kelurahan,” ujar Suyudi.

Kemungkinan Penambahan Fasilitator

Suyudi membuka kemungkinan untuk menambah jumlah fasilitator di masa depan. Ia menyebut bahwa fasilitator bisa berasal dari luar BNN, seperti unsur kepolisian, pegawai negeri sipil, hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dengan pendekatan ini, BNN berharap dapat menciptakan jaringan yang lebih luas dan efektif dalam memerangi peredaran narkoba di seluruh wilayah Indonesia. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba serta memberikan wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Strategi Jangka Panjang

Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BNN dalam membangun sistem pencegahan yang lebih kuat. Dengan melibatkan masyarakat langsung, BNN berupaya memastikan bahwa setiap komunitas memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman narkoba secara mandiri.

Selain itu, pelibatan berbagai instansi dan lembaga di tingkat daerah diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam upaya pemberantasan narkoba. Dengan demikian, BNN tidak hanya menjadi institusi utama dalam penanggulangan narkoba, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Keberlanjutan Program

Kepala BNN menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Ia menilai bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam memerangi narkoba. Oleh karena itu, BNN akan terus memantau perkembangan dan efektivitas program ini, serta siap menyesuaikan strategi jika diperlukan.

Dengan adanya fasilitator P4GN di tingkat desa, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap risiko dan dampak negatif narkoba.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *