JAKARTA – Tiga prajurit TNI yang bertugas dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mengalami luka akibat sebuah ledakan yang terjadi di posisi PBB di El Adeisse, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4).
PBB memastikan bahwa ketiga personel TNI tersebut dalam kondisi stabil. “Dua dari mereka yang mengalami luka paling parah telah dievakuasi ke rumah sakit di Marjayoun, dan saat ini sudah dalam kondisi stabil,” ujar Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers yang digelar di Markas PBB, Senin waktu setempat.
Menurut transkrip konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Selasa, Jubir Sekjen PBB menyebutkan bahwa seorang personel lainnya telah mendapatkan pertolongan medis langsung di lokasi, karena lukanya tidak terlalu parah.
Kemunculan jumlah serangan terhadap personel UNIFIL yang semakin meningkat, serta tindakan Zionis yang menghancurkan semua kamera pengawas markas UNIFIL beberapa waktu lalu, membuat PBB menyampaikan “keprihatinan yang serius” terhadap tentara Zionis Israel.
“Kami mendesak semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel PBB kapan pun,” ucap Dujarric.
Mengenai perkembangan penyelidikan terhadap dua serangan pada akhir Maret lalu yang menewaskan tiga personel UNIFIL asal RI, Dujarric memastikan bahwa hasil penyelidikan masih dalam proses hingga saat ini.
Tiga prajurit penjaga perdamaian asal RI kembali menjadi korban akibat ledakan yang terjadi pada Jumat di El Addaiseh. Peristiwa ini merupakan insiden serius ketiga yang berdampak pada personel RI di UNIFIL.
Indonesia telah kehilangan tiga prajurit TNI di Lebanon, yaitu Praka Farizal Rhomadhon yang gugur akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3), disusul Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada Senin (30/3).
Sementara itu, lima prajurit TNI lainnya terluka dalam dua peristiwa tersebut, yaitu Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Dengan bertambahnya tiga personel yang terluka akibat insiden pada Jumat, hingga saat ini tercatat sebanyak delapan prajurit TNI terluka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Beberapa Fakta Penting Terkait Insiden Ini
- Ledakan terjadi di posisi PBB di El Adeisse, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4).
- Dua dari tiga prajurit TNI yang terluka mengalami luka parah dan dievakuasi ke rumah sakit.
- PBB menyampaikan kekhawatiran terhadap tindakan Zionis Israel yang menghancurkan kamera pengawas markas UNIFIL.
- Penyelidikan terhadap dua serangan sebelumnya yang menewaskan tiga prajurit TNI masih berlangsung.
- Indonesia telah kehilangan tiga prajurit TNI di Lebanon dalam dua insiden berbeda.
- Delapan prajurit TNI terluka selama tugas di Lebanon.
















