Rapat Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Karo penyaluran Cadangan Pangan.

Advertisement. Advertisement.

 

Tanah Karo/Sindonewstoday

Dewan ketahanan pangan yang mengadakan agenda rapat kerja, rekomendasi Dewan ketahanan pangan kabupaten Karo untuk penyaluran cadangan pangan pemerintah serta pemanfaatan dan peningkatan nilai jual produk jagung untuk kesejahteraan petani jagung di kabupaten Karo, Kamis (12/09/2019) pukul 09.00 WIB di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Karo.

Agenda rapat dewan tersebut dihadiri Ketua Pokja Ahli Dinas Ketahanan Pangan DKP. provinsi Sumatera Utara Profesor. Bilter.A.Sirait , Sekertaris Tim Teknis DKP. Provinsi Sumut Ir. Ratna H.Hutapea , Kabid Ketersediaan DKPP Provsu A. Syafri Nasution , Gelora Fajar Purba Plt Asisten II, Bappeda Nasib Sianturi,kalak BPBD Martin Sitepu,sekertaris Dinas pertanian Munarta Ginting, serta Kadis Ketapang Ir.Paten Purba dan jajaran sebagai Tuan Rumah.

Bupati Karo melalui Asisten 2 Gelora Fajar Purba, menyampaikan agar Tanah Karo dapat menciptakan Ketahanan Pangan Mandiri dan berdaulat.

Yang mana kerawanan pangan bisa disebabkan beberapa hal: bencana alam bencana sosial, kekurangan bahan pangan, kenaikan harga pangan .untuk mengatasi hal-hal tersebut agar tetap meningkatkan senergitas dan kerjasama yang bersinergi, dan paling diharapkan adalah data yang real dan akurat bagi penerima bantuan ketahanan pangan, tutup gelora fajar.

Sementara itu Kadis Ketahanan Pangan Ir.Paten Purba saat berbincang dengan Sindonewstoday mengharapkan agar kedepanya kelompok petani jagung mampu menciptakan wadah ketahanan pangan yang berbasis kedaulatan ketahanan pangan.

“Semoga kedepanya ketahanan pangan khusus kelompok petani jagung, mampu menciptakan wadah ketahanan pangan yang berdaulat”, tegasnya.

Dan terkait pemulangan pengungsi yang lima desa,dan kita sudah mendata, dan data yang sudah kita kumpulan akan kita evakuasi kembali, yang sudah dievakuasi datanya akan disampaikan kembali kepada Kepala Desa dan pihak Kecamatan, untuk menyampaikan bantuan ketahanan pangan dari pihak provinsi dan hal ini sudah kita sosialisasi kan.

” Pengujian data sudah kita lakukan, dan menghindari adanya satu lahan menjadi empat lahan, yang mana nantinya ada satu Kepala keluarga menjadi Empat penerima, dan untuk itu Evakuasi kita lakukan dengan tahap-tahap pengsingkronan data yang akurat, dan dengan kerjasama dengan semua pijat terkait,”ujar Paten Tegas mengakhiri

Edi Tarigan

Advertisement. Advertisement.

Pos terkait