Program Kerja Lapas Kelas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Kerjasama Dengan BLK Simalungun, Sebanyak 370 Orang WBP Diberi Pelatihan dan Keterampilan

Advertisement

 

Sindonewstoday РSimalungun (Sumut) Lassernewstoday 

Luar biasa..!! Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar ternyata membuat konsep dan mempunyai program kerja sebagai prioritas utama dengan pemberian pelatihan kepada WBP sebagai pengembangan kemandirian, kelak dapat menerapkan keahliannya di tengah- tengah masyarakat setelah selesai menjalani masa hukuman.

Hal ini diutarakan, Kalapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar, E P Prayer Manik, Amd, IP., S.H., M.H., saat ditemui reporter di ruang kerja nya di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar, Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kemarin. Sabtu (17/10/2020) sekira pukul 10.30 Wib.

 

Ok

 

“Kalapas mengatakan, saat ini terus menerus upaya dilakukan untuk melaksanakan konsep atau program kerja utama, memberikan pembekalan hidup kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bertujuan kelak, berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri serta masyarakat nantinya, ” ucap Kalapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar melanjutkan, selama ini Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kerap dipandang sebelah mata, dinyatakan bersalah dan yang lebih parah bahkan dituding mereka memperluas jaringan atau sindikat peredaran narkoba dari dalam Lapas, dan tak terelakkan membuat semakin buruknya citra lembaga pemasyarakatan akibat tudingan ini.

“Ide dan kreatifitas selalu muncul dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) karena kerap dituding negatif dan mendapatkan stigma orang- orang yang tersesat. Semoga dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat, maka nantinya tudingan buruk terhadap mereka akan pupus dengan sendirinya,” ujar E. P Prayer serius.

Kini, bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Simalungun, sebanyak 370 orang warga binaan di Lapas Narkotika Raya diikutsertakan dalam pelatihan ketrampilan. Berbagai kegiatan ketrampilan dilaksanakan, melatih dan mengasah kemampuan atau skill masing- masing untuk menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat biasa.

“Patut diapresiasi, ternyata mereka membuktikan kemampuan ide dan kreatifitasnya. Seiring berjalannya program, mereka telah menghasilkan karya – karya yang membanggakan dan bermanfaat. Bahkan Balai Latihan Kerja (BLK) dalam hal melatih mereka, nantinya akan memberikan Sertifikat resmi dan diakui legalitas nya, tentu setelah bebas nanti dapat dipergunakan juga dimanfaatkan demi masa depannya,” imbuh E P Prayer Manik.

“Kalapas E. P Prayer Manik menambahkan. Tujuan program ini sebagai resolusi dari program lembaga pemasyarakatan agar para narapidana mempunyai keahlian dan mendapat pelatihan khusus untuk berkarya dengan menggandeng beberapa instansi.

“Agar kelak mereka (WBP-red) dapat menjadi manusia seutuhnya usai menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dibina mengikuti beberapa program pembinaan. Kami berharap adanya perhatian dari Pemkab Simalungun dan pihak- pihak lain yang ingin bekerja sama,” tutup Kalapas.

(LNT/SNT/RED)

Advertisement

Pos terkait