Warga Tolak PTPN III Kebun Bangun Pasang Patok Batas Lahan HGU. Jonar Sihombing : Lahan Sudah Dikuasai Warga Lebih Dari 18 tahun

  • Whatsapp

Sindonewstoday.com/Siantar  –  Perseroan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) III Kebun Bangun pasang patok batas wilayah lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar, Sumatera Utara, Kamis (31/03/2022).

Pemasangan patok batas wilayah HGU dilakukan dengan bantuan pengamanan dari TNI/Polri.

Bacaan Lainnya

Tindakan PTPN III Kebun Bangun tersebut mendapat penolakan dari warga yang mengaku telah menguasai lahan.

Informasi yang diperoleh dari lokasi, ada lima orang warga yang diamankan polisi. Mereka melakukan penolakan dengan cara mendorong karyawan PTPN III Kebun Bangun, serta mencakar seorang oknum polwan yang bertugas melakukan pengamanan.

Humas PTPN III Kebun Bangun, Doni Manurung mengatakan, dua karyawan PTPN III didorong hingga terjatuh, serta melukai seorang anggota polwan dengan cakaran.

“Ada dua yang didorong hingga terjatuh. Ada juga polwan yang dicakar. Jadi ada upaya menghalang-halangi. Saat ini dua karyawan itu sedang buat laporan pengaduan,” ucap Doni Manurung.

Sebelumnya, dilokasi pemasangan patok, Doni menyampaikan, pemasangan patok dilakukan PTPN III untuk menyelamatkan aset negara. Karena selama ini, lahan tersebut dikuasai oleh warga tanpa alas hak yang jelas.

“Setelah kegiatan ini, PTPN III ingin kuasai kembali apa yang sudah dikuasai oleh masyarakat penggarap tanpa alas hak. Negara hadir untuk ini. Tanah ini masih milik (HGU) PT PN III sampai tahun 2029,” ungkap Doni.

Tahun 2004 HGU pertama berakhir, lanjutnya. HGU yang baru tahun 2005 sampai dengan tahun 2029. Menjemen PTPN III pada tahun 2022 sudah mengajukan permohonan perpanjangan, ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa warga yang menggarap lahan telah diberikan ganti rugi (sugu hati). Untuk gereja, ganti rugi yang telah diberikan sekira Rp 380 juta.

“Kita sudah menawarkan ganti rugi (sugu hati) kepada masyarakat penggarap. Dari masyarakat penggarap, sudah ada 17 yang mau menerima suguh hati. Mereka mau dan sukarela membongkar bangunan yang mereka tinggali di areal, termasuk dua pemilik rumah ibadah. Saat ini ada yang menolak dan mereka tidak mau menerima sugu hati,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Petani Sejahtera Indonesia (Futasi), Jonar Sihombing mengatakan, mereka (warga) menolak tindakan pemasangan patok yang dilakukan PTPN III Kebun Bangun.

“Kami menolak apa yang dilakukan PTPN III yang memasang patok. Tidak ada program pemerintah saat ini pengembalian aset perkebunan dalam pemerintahan Presiden Jokowi, yang ada itu reforma agraria atau tanah untuk rakyat,” sebutnya.

Dikatakan Jonar Sihombing, lahan sudah dikuasai warga sekira 18 tahun. Menurutnya, bila HGU telah ditelantarkan selama 2 tahun, maka HGU itu batal. “Kami akan mempertahankan tanah ini, karema sudah lama kami menera,” tandas Jonar Sihombing. (Richie).

Pos terkait