Tanpa Membawa Dokumen Lengkap, Agen Peroperti Harmoni Minta Uang Tanda Jadi Kepada Calon Pembeli

  • Whatsapp

Sindonewstoday.com/Kepri  –  Bisnis properti nampaknya tengah menjadi salah satu bisnis yang paling diminati banyak orang. Selain dapat dijadikan sebagai hunian, properti sendiri merupakan sarana investasi yang menggiurkan dan menjanjikan bagi pemiliknya.

Meskipun sangat menjanjikan, nyatanya penjualan properti merupakan salah satu hal sulit yang dilakukan. Oleh karena itu, banyak penjual properti yang berharap agar propertinya dapat cepat terjual dengan cara menggunakan jasa pihak ketiga atau Agen Properti.

Bacaan Lainnya

Jasa pihak ketiga ini pun semakin banyak bermunculan dari yang bersifat personal hingga terorganisir dalam sebuah badan hukum CV atau PT.

Mesti demikian, ada juga agen properti nakal yang mengambil keuntungan pribadi. Seperti halnya yang dilakukan Ivy, seorang agen properti harmoni yang menjual satu unit rumah tinggal di perumahan pondok pratiwi III Blok H1 Nomor 7.

Hanya bermodalkan satu lembar kwitansi, agen nakal ini meminta uang tanda jadi sebesar 10 Juta kepada calon pembeli.

Foto doc : bukti kwitansi tanda jadi pembelian rumah tanpa stempel dari badan hukum CV atau PT

Hal itu diungkapkan oleh RS, korban dari kenakalan agen nakal. Kepada sindonewstoday.com, RS menceritakan bahwa, Ivy meminta uang tanda jadi pembelian satu unit rumah tinggal kepadanya.

“Agen properti itu datang meminta uang tanda jadi 10 Juta. Tapi agen itu tidak membawa berkas perjanjian, atau stempel. Dia cuma bawa selembar kwitansi” jelasnya, Jumat (15/7/2022).

Dijelaskan, diatas kwitansi tersebut, Ivy menuliskan uang tanda jadi pembelian satu unit rumah tinggal dan beberapa poin perjanjian tanpa ada stempel yang sah dari sebuah badan hukum.

“Dalam kwitansi itu Ivy menuliskan uang tanda jadi pembelian satu unit rumah tinggal. Anehnya kwitansi itu tidak ada stempel resmi CV atau PT” ungkapnya.

Ada pun poin poin yang ditulis Ivy dalam kwitansi tersebut yakni :

  1. Jika surat surat ada masalah maka uang tanda jadi dikembalikan.
  2. Jika penjual batal sebelah pihak maka uang tanda jadi dikembalikan dan dikenakan denda 10 Juta.
  3. Jika pembeli batal sebelah pihak maka uang tanda jadi hangus.
  4. Jual di harga 380 Juta.
  5. Pajak tanggung masing masing dan biaya balik nama notaris ditanggung oleh pembeli.

Dihimbau kepada seluruh masyatakat Indonesia agar lebih berhati hati dan teliti ketika ingin membeli rumah. (Tim/red).

Pos terkait