Tanah Marulitua Manurung Diserobot, LBH Gerak Indonesia Laporkan Tiga Orang Mafia Tanah Ke Polisi

  • Whatsapp

Sindonewstoday.com/Simalungun  –  Marulitua Manurung (56) warga Tiga Dolok, Kelurahan Tiga Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten
Simalungun laporkan tiga orang boru Samosir ke Polisi atas dugaan tindak pidana penyerobotan tanah seluas 36 x 8 meter.

Ketiga boru Samosir tersebut yakni, Tiorma, Maria, dan Siti yang merupakan warga Simpang ALS, Kelurahan Tiga Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan Marulitua, tanah seluas 36 x 8 Meter tersebut adalah miliknya, yang di beli dari Bhinnen Silalahi pada, (29/8/2020) dan tercatat di Kantor Kecamatan Dolok Panribuan.

Foto/doc : Bukti SK hak atas sebidang tanah yang dikeluarkan Camat Dolok Panribuan.

“Tanah tersebut saya beli dari Bhinnen Silalahi, ada Surat Keterangan (SK) Camat. SK ini diakui sah sama pemerintah Kabupaten Simalungun.” ungkapnya, Selasa (26/7/2022).

Dijelaskan, permasalahan berawal setelah surat jual beli dan SK hak atas sebidang tanah diterbitkan oleh pemerintah setempat.

“Masalah ini muncul di bulan Mei, saat saya ingin membangun rumah. Tiba tiba boru Samosir itu datang marah marah, dia (boru Samosir) bilang tanah itu miliknya, suratnya ada dikantor polisi” kata Marulitua menirukan ucapan boru Samosir.

Selama proses pembangunan rumah, lanjutnya. Boru Samosir selalu menghalang halangi dengan cara menimbun pasir dan batu padas di atas tanah tersebut.

Masih kata Marulitua. Beberapa kali dilakukan mediasi oleh Pihak Pemerintah setempat, namun tidak menemui jalan tengah.

“Bulan Juni dua kali kita lakukan mediasi, dihadiri Camat dan Pangulu. Mediasi pertama tidak ada jalan tengah,  lalu pertengahan bulan Juni dilakukan mediasi kembali. Hasilnya boru Samosir harus memindahkan timbunan pasir dan timbunan batu padas dari atas tanah itu. Tapi tidak melaksanakan hasil keputusan mediasi itu” ujarnya.

Dengan niat baik, Marulitua memindahkan timbunan pasir dan batu padas tersebut. Mengetahui hal itu, boru Samosir yang tidak terima kembali memindahkan batu padas tersebut ke atas tanah milik Marulitua.

Melihat sikap arogansi boru Samosir, Marulitua bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerak Indonesia wilayah Sumatera Utara melaporkan hal tersebut ke Polres Simalungun.

“Saya berharap pihak Kepolisan mampu mengungkap siapa sebenarnya pemilik tanah tersebut yang terdaftar di Pemerintah Kabupaten Simalungun” katanya berharap mendapat keadilan. (Richie).

Pos terkait