PROKES DIABAIKAN , KABANJAHE MERIAH DI MALAM MINGGU, TANPA LARANGAN NONGKRONG

  • Whatsapp

SINDONEWSTODAY – TANAH KARO 

 

Bacaan Lainnya

Ditengah situasi pandemi Covid-19 sejumlah daerah telah menerapkan PPKM darurat sebagai langkah preventif untuk menekan laju persebaran covid. Seperti halnya kota medan yang saat ini telah menerapkan PPKM, bahkan untuk mengurangi kegiatan masyarakat Pemko Medan juga mematikan lampu-lampu jalan utama di Kota Medan.

Berbeda halnya di kota  Kabanjahe, pantauan wartawan Sabtu (17/7) sekitar pukul 22.00 WIB di seputaran Jalan Kapten Bangsi Sembiring (Pasar Kaget) terlihat padat pengunjung yang di dominasi oleh muda mudi. Tidak ada terlihat satu pun petugas yg berjaga di lapangan baik dari Satgas Covid-19, usur TNI – Polri, dan Satpol PP. Pantauan tim media juga melihat banyak dari pengunjung yg tidak menggunakan masker dan disetiap kedai tidak adanya penerapat Protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, dan jaga jarak.

Putra Kaban (25) seorang pemerhati sosial dan juga Aktivis kepada wartawan menyayangkan kondisi tersebut, terlebih lagi tidak ada himbauan dari pihak terkait. “Sangat di sayangkan tidak ada perhatian khusus dari pemkab karo dengan situasi itu. Ini sangat berbahaya apalagi saya lihat tadi tidak ada yang jaga jarak di lokasi, banyak juga yg tak pakai masker” ungkapnya.

Kaban juga menyayangkan tidak adanya petugas  yg berjaga di lokasi. “petugas juga tidak ada saya liat di lokasi tadi, kemana mereka semua ini ? Atau memang di kabanjahe ini sudah bebas dari Covid makanya dibiarkan begitu saja ? ” tuturnya.

Terpisah dari itu saat di hubungi wartawan melalui WA pribadinya, Leonard Girsang selaku Camat Kabanjahe mengatakan sudah melakukan himbauan kepada pengunjung dan pemilik kedai.

” Beberapa kali kita telah adakan himbauan, bukan hanya di pasar kaget tetapi sampai ke pada usaha kedai kopi dan rumah makan. Dalam hal ini kami sangat berharap juga peningkatan kesadaran masyarakat kita, akan bahaya covid 19 apabila tidak menerapkan protokol kesehatan” ungkapnya.( )PROKES DIABAIKAN , KABANJAHE MERIAH DI MALAM MINGGU, TANPA LARANGAN NONGKRONG

Tanah Karo

Ditengah situasi pandemi Covid-19 sejumlah daerah telah menerapkan PPKM darurat sebagai langkah preventif untuk menekan laju persebaran covid. Seperti halnya kota medan yang saat ini telah menerapkan PPKM, bahkan untuk mengurangi kegiatan masyarakat Pemko Medan juga mematikan lampu-lampu jalan utama di Kota Medan.

Berbeda halnya di kota  Kabanjahe, pantauan wartawan Sabtu (17/7) sekitar pukul 22.00 WIB di seputaran Jalan Kapten Bangsi Sembiring (Pasar Kaget) terlihat padat pengunjung yang di dominasi oleh muda mudi. Tidak ada terlihat satu pun petugas yg berjaga di lapangan baik dari Satgas Covid-19, usur TNI – Polri, dan Satpol PP. Pantauan tim media juga melihat banyak dari pengunjung yg tidak menggunakan masker dan disetiap kedai tidak adanya penerapat Protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, dan jaga jarak.

Putra Kaban (25) seorang pemerhati sosial dan juga Aktivis kepada wartawan menyayangkan kondisi tersebut, terlebih lagi tidak ada himbauan dari pihak terkait. “Sangat di sayangkan tidak ada perhatian khusus dari pemkab karo dengan situasi itu. Ini sangat berbahaya apalagi saya lihat tadi tidak ada yang jaga jarak di lokasi, banyak juga yg tak pakai masker” ungkapnya.

Kaban juga menyayangkan tidak adanya petugas  yg berjaga di lokasi. “petugas juga tidak ada saya liat di lokasi tadi, kemana mereka semua ini ? Atau memang di kabanjahe ini sudah bebas dari Covid makanya dibiarkan begitu saja ? ” tuturnya.

Terpisah dari itu saat di hubungi wartawan melalui WA pribadinya, Leonard Girsang selaku Camat Kabanjahe mengatakan sudah melakukan himbauan kepada pengunjung dan pemilik kedai.

” Beberapa kali kita telah adakan himbauan, bukan hanya di pasar kaget tetapi sampai ke pada usaha kedai kopi dan rumah makan. Dalam hal ini kami sangat berharap juga peningkatan kesadaran masyarakat kita, akan bahaya covid 19 apabila tidak menerapkan protokol kesehatan” ungkapnya

.( Nur Kennan tarigan) 

Pos terkait