Polres dan Kejaksaan Negeri Siantar Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan, Pelaku Dinyatakan Tidak Memiliki Gangguan Kejiwaan

  • Whatsapp

Sindonewstoday.com/Siantar  –  Kepolisian Resor Pematangsiantar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Stevan Theodore  yang terjadi pada, Sabtu (02/10/2021) sekira pukul 07:30 Wib lalu.

Rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut dilakukan dengan menghadirkan Ali sebagai tersangka tunggal.

Bacaan Lainnya

Selain tersangka, dalam rekonstruksi yang digelar di kediaman korban itu hadir lima orang saksi dari pihak keluarga korban, kejaksaan, dan  Pengacara pelaku.

Dalam reka ulang kejadian perkara tersebut terungkap pelaku membunuh korban dengan sadis dengan menggunakan sebatang besi yang dipukul ke kepala korban.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar S.I.K melalui Kasat Reskrimnya AKP Banuara Manurung SH mengatakan bahwa rekonstruksi ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara nyata bagaimana pelaku menghabisi nyawa korbannya.

“rekonstruksi ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara nyata sehingga dari hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan terhadap para saksi maupun tersangka terjadi sinkronisasi dan kejelasan” Ujar perwira pertama tingkat tiga di Kepolisian Republik Indonesia itu, Jumat (1/4/2022) sekira jam 10:00 Wib.

Rekonstruksi di mulai dari awal sebelum kejadian hingga selesainya kejadian dengan peragaan adegan peradegan, semuanya langsung diperagakan oleh saksi dan tersangka.

“Ada 11 adegan yang diperagakan oleh pelaku dalam membunuh lima korbannya,” ucapnya.

Pelaku tanpa sebab membunuh korbannya secara membabi buta.

“Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaannya, Dokter menyatakan bahwa pelaku tidak gila,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 Subs 351 ayat (3) KUHPidana, dengan ancaman hukuman minimal 15 Tahun penjara.

Sementara itu, Ivani Kooswara, salah satu saksi yang merupakan istri korban meminta agar pelaku dihukum dengan seberat-beratnya.

Ia tidak terima kehilangan suaminya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga akibat dibunuh oleh tersangka tanpa sebab yang jelas.

“Saya tidak rela karena anak saya kini tidak memiliki ayah lagi. Saya minta agar pelaku dihukum setimpal” tegas dia. (Richie).

Pos terkait