Pelapor Dua Pelaku Pencuri Besi Jembatan PSDA Tidak Terima STPL, Warga Menilai Perkaranya Tak Berjalan

  • Whatsapp

Sindonewstoday.com/Simalungun  –  Kasus penangkapan 2 orang Pencuri besi jembatan milik PSDA di Nagori Maraja, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, terdapat kejanggalan

Pasalnya, laporan warga kepada pihak Kepolisian Resort Sidamanik terkait adanya tindak pidana pencurian tidak langsung diterima.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Maujana Nagori Manik Maraja, Edi Priyanto. Dia mengatakan pihak polisi menunda laporan warga dengan alasan pelaku yang saat itu masih dalam kondisi babak belur dan harus dibawa berobat.

“Pada saat warga membawa pelaku ke Polsek Sidamanik, Polisi bilang pelaku ini harus dibawa berobat dulu. Karena pada saat itu kondisi pelaku masih babak belur dikeroyok warga” katanya, Minggu (15/5/2022).

Dia menjelaskan. Pada saat pelaku dibawa berobat, keluarga pelaku malah membuat laporan pengeroyokan ke Polsek Sidamanik.

“Jadi waktu pelaku dibawa warga berobat ke klinik, keluarga pelaku malah melaporkan warga ke Polisi. Anehnya, polisi langsung menanggapi laporan keluarga pelaku itu” jelas ketua Maujana Nagori Manik Maraja tersebut.

Anehnya, Ia mengatakan bahwa laporan warga di Kepolisian Resort Sidamanik tidak diberikan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL).

“warga melaporkan kepada Polisi Sidamanik pada tanggal 22 Januari 2022, tapi laporan itu tidak diberikan SPTL dan tidak Ada tindakan apa pun sampai saat ini” ujarnya.

Untuk diketahui. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, (21/1/2022) sekira jam 12:00 Wib. Saat itu pipa besi jembatan menuju irigasi hilang, aksi dua orang pelaku yakni, Rifael Saragi dan Duemjo Ambarita dipergoki Warga Dusun Lima ketika mengangkut besi tersebut.

Warga yang mengetahui langsung mengepung kedua pelaku dan amukan massa pun tak terhindarkan.

Usai mendapat bogeman mentah dari warga, para pelaku beserta barang bukti di serahkan ke Mapolsek. Hingga para pelaku harus dirawat di klinik terdekat. (Bang Jamil).

Pos terkait