Mengaku Dendam Kepada Polisi, Wanita Ini Tabrak Pintu SPKT Polres Siantar Dengan Sepeda Motor.

  • Whatsapp

Sindonewstoday.com/Siantar¬† –

Setelah kepolisian melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap seorang wanita berkerudung hitam yang nekat melajukan kendaraan sepeda motornya hingga menabrak pintu kaca ruangan SPKT, ternyata tindakan tersebut memiliki motif dendam terhadap lembaga kepolisian.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Kasat Intelkam Polresta Siantar, AKP Arifin Pakpahan, via rilis yang tersebar di grup media sosial WhatsApp, awalnya pelaku berinisial FAM (29) berangkat dari kediamannya di Jl Hok Salammudin, Kabupaten Simalungun, menuju ke tempat pesantren di Kecamatan Siantar Marimbun untuk menemui seorang ustad dengan maksud rencana agenda pernikahan dirinya.

Namun, dalam perjalanan menuju pesantren, tepatnya di Jalan Sutomo, FAM melihat personil polantas yang sedang melaksanakan Gatur Lalin Pagi. Seketika FAM merasa benci dan langsung berniat melakukan penyerangan.

Kemudian, FAM melajukan kendaraan sepeda motornya dengan kencang dari arah Jalan Sutomo dan menerobos pos penjagaan hingga menabrak pintu kaca ruangan SPKT.

Sontak dari kejadian sekitar pukul 07.25 WIB menghebohkan Polresta Siantar.

Hasil interogasi yang dihimpun, FAM merasa sakit hati terhadap polisi yang melakukan penembakan terhadap laskar FPI di km 50.

FAM juga merasa tidak terima atas penangkapan terhadap salah satu tokoh besar FPI yakni HRS.

Tindakannya itu juga disebut dilakukan dalam keadaan sadar dengan tujuan masuk surga demi membela HRS yang dianggap Nabi.

Riwayat singkat pendidikan FAM, sewaktu berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA Swasta Sultan Agung Siantar), FAM terpaksa pindah ke SMA swasta Kartika karena menghina Patung Dewa Agama Buddha.

Pada saat kelas X (masih di SMA Swasta Sultan Agung), FAM mengalami kecelakaan. Selanjutnya, saat kelas XII, FAM mulai bertingkah tidak wajar hingga melakukan tindakan penghinaan.

Tamat dari SMA, FAM melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu kampus swasta ternama di Medan. Dengan mengambil jurusan kedokteran, FAM hanya menjalani pendidikan selama setahun.

Tak sampai disitu, FAM kembali melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu kampus swasta di Kabupaten Simalungun. FAM mengambil jurusan pendidikan Agama Islam dan tamat pada tahun 2019.

Sisi lain, kisah perjalanan romantikanya pun tak mulus. Sejak tahun 2019 usai tamat dari bangku kuliah, FAM menikah dengan seorang pria yang dikenalnya sekampus dengan dirinya.

Karena sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga, FAM mengadukan suami dan menggugat cerai.

FAM kembali menikah dengan seorang pria berasal dari Binjai dan menetap di sana. Karena suami tidak bekerja dan merasa tidak dinafkahi, FAM memilih berpisah lagi.

Kepolisian semakin mendalami kasus tersebut hingga melakukan penggeledahan ke rumahnya dengan didampingi kedua orangtuanya.

Sekira pukul 09.45 WIB, kepolisian menggeledah kamar FAM di Jalan Hok Salammudin dan menemukan beberapa buku bacaan nuansa islamiah serta buku yang diketahui sebagai catatan harian miliknya.

Saat ini FAM sedang diamankan di Mako Polresta Siantar guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Richie).

Pos terkait