Judi Togel di Wilayah Hukum Polres Simalungun dan Polresta Pematangsiantar Semakin Bebas ‘Dipelihara’

  • Whatsapp

Sindonewstoday Sumut

 

Bacaan Lainnya

Aktivitas judi Togel di jajaran Polda Sumut tampaknya semakin susah diberantas, karena ada dugaan bahwa para bandar judi Togel ini diduga ‘dipelihara’ oleh oknum aparat untuk mengambil keuntungan pribadi tanpa mengindahkan bahwa kasus perjudian adalah salah satu kasus penyakit masyarakat yang paling penting harus diberantas oleh aparat Kepolisian karena berdampak terhadap masalah lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

Namun sangat berbanding terbalik dengan fakta yang ada di jajaran wilayah hukum Polres Simalungun dan Polresta Siantar, menjelang Natal dan Tahun baru aktivitas judi Togel ini malah semakin bebas ‘dipelihara‘ tanpa tersentuh oleh aparat kepolisian. Bahkan lebih mirisnya lagi, Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si, Kapolres Simalungun, AKBP. Agus Waluyo, dan Kapolresta Siantar, AKBP. Boy S.B. Siregar tampaknya semakin ‘tak berkutik’ dibuat oleh para bandar judi Togel ini, karena sampai saat ini para bandar judi Togel tersebut tidak pernah ditangkap, dan diduga malah ‘dipelihara‘ agar dapat memberi upeti kepada beberapa oknum demi kepentingan pribadinya tanpa mengindahkan sumpah jabatan di institusi Kepolisian Republik Indonesia ini.

Hal ini dikatakan seorang warga bermarga Hutagalung, (37) kepada reporter media ini, Jumat (18/12/2020). “Aktivitas judi Togel semakin marak dan bebas menjelang Tahun Baru ini, Bang. Kalau untuk wilayah hukum Polres Simalungun bandar judi Togel, Sahat Nainggolan,, J.G. Sipayung dan lainnya masih bebas beroperasi, Bang. Bahkan menjelang Natal dan Tahun Baru ini infonya mereka (bandar judi-red) harus kejar tayang untuk memberikan uang Natal dan Tahun Baru kepada oknum penegak hukum, makanya tidak ada yang ditangkapi para bandar judi togel tersebut, Bang.

Untuk wilayah hukum Polresta Siantar masih tetap bandar togel ‘Rijal Pane’ yang diduga dipelihara, Bang. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru ini, Bang. Buktinya sampai saat ini bandar Togel, ‘Rijal Pane’, warga Jalan Nagur tersebut masih tetap bebas beroperasi menjalankan aktivitas judi Togelnya. Susahlah, Bang. Selagi ayam masih mau makan jagung, bakalan susah dihentikan judi Togel ini di Sumatera Utara dan khususnya di wilayah hukum Polres Simalungun dan Polresta Siantar ini. Apalagi saya lihat Kapolda dan kedua Kapolres ini kerap diberitakan kasus judi Togel tetapi tetap tidak ada pemberantasan nyata yang dilakukan oleh Kepolisian. Ada apa dengan Kepolisian kita ini?” Tutup Hutagalung yang juga pengurus LSM Siantar – Simalungun ini.

Di tempat terpisah, M. Hariara, juru bicara DPD LSM PMPRI Sumut ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa memang diduga aparat Kepolisian banyak ‘bermain mata’ dengan para bandar judi ini. Pihaknya akan segera membuat ‘Petisi dan Mosi Tidak Percaya‘ kepada kepemimpinan Kapolda Sumut, Kapolres Simalungun dan Kapolresta Siantar.

“Ya, kita akan bersilaturahmi dengan MUI dan Pengurus Gereja untuk mewacanakan ‘Petisi dan Mosi Tidak Percaya’ terhadap Kepolisian dalam pemberantasan perjudian di wilayah Sumut dan Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar bila memang aparat Kepolisian enggan menangkap bandar judi dan memberantas salah satu kasus penyakit masyarakat ini.” Ungkap Hariara via selulernya.

Sekedar diketahui, hasil investigasi media ini, bahwa aktivitas judi togel di wilayah hukum Polres Simalungun diduga masih dilakoni oleh orang yang sama, yakni kordinator untuk wilayah Polsek Perdagangan, Ismail Hasibuan seorang oknum aparat; Polsek Serbalawan masih dikuasai Putra; wilayah Polsek Balata dan Tiga Dolok dikuasai Landit; Polsek Sidamanik ada Syaiful, dkk; Polsek Raya dikuasi Rifai Sinaga; Polsek Tiga Tunggu dikuasai Harapan Sidauruk; Polsek Saribudolok dikuasai J.G. Siapayung.

Demikian juga Polsek Tanah Jawa dikuasai Sahat Nainggolan . Informasinya, para bandar Togel ini diduga memberikan uang stabil (keamanan-red) ke Polsek dan Polres, sehingga sampai saat ini mereka bebas beroperasi dan tetap leluasa menjalankan bisnis haramnya di wilayah Polres Simalungun.

Untuk wilayah hukum Polresta Siantar dikuasai oleh bandar Togel ‘Rijal Pane’. Hampir semua di jajaran Polsek se-Polresta Siantar banyak dilakoni oleh penulis yang menyetorkan omset judinya kepada satu bandar yakni, bandar Togel ‘Rijal Pane’. Bahkan informasinya diduga bandar ini telah memberikan uang stabil (keamanan-red) ke Polsek dan jajaran Satreskrim Polresta Siantar, sehingga sampai saat ini bandar Togel ‘Rijal Pane’ tak pernah disentuh jajaran Satreskrim Polresta Siantar.

Kapolresta Siantar, AKBP. Boy S.B. Siregar ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, “Trims Infonya akan ditindak lanjuti.” Namun sampai saat ini belum juga bertindak dan sepertinya sudah dihipnotis oleh bandar judi Togel ‘Rijal Pane’ ini sehingga tak berkutik dan tidak menangkap bandar judi di wilayah hukum Polresta Siantar ini.

(Sampai berita ini diturunkan ke redaksi, Kapoldasu, Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si dan Kapolres Simalungun belum ada memberikan tanggapan secara resmi terkait pembiaran terhadap para bandar judi Togel yang kerap diberitakan oleh media ini)

 

Redaksi – LNT – SNT 

Pos terkait